Agro Bisnis

Usaha Peternakan Kambing Etawa Cukup Menggiurkan

Redaksi | Kamis, 24 Oktober 2013 - 11:05:21 WIB | dibaca: 743 pembaca

Rumah Wirausaha,

Usaha peternakan kambing peranakan Etawa atau yang lebih dikenal dengan kambing PE, menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup diminati. Sentra peternakan kambing PE terbesar ada di daerah Kaligesing Purworejo, Bantul dan Sleman. Untuk di daerah Sleman sendiri, penghasil susu kambing yang cukup besar berasal dari Nganggring dan Kemiri Kebo yang berada di daerah Girikerto Turi. Ada juga sentra peternakan PE di Jl. Ringroad Pandean Condong Catur.
 
Selain sebagai penghasil susu, sentra peternakan tersebut  menjadi tujuan para peternak dan calon peternak untuk mendapatkan bibit kambing PE. Usaha peternakan kambing PE memang lebih menguntungkan dibanding dengan kambing lokal atau domba. Hal ini disebabkan karena kambing PE memiliki beberapa nilai ekonomis yang tidak dimiliki kambing jenis lain.
 
Usia produktif kambing Etawa rata-rata mencapai lima tahun. Sedangkan untuk masa panen kurang lebih 8 bulan, dihitung dari usia bunting 5 bulan dan menyusui selama 3 bulan. Untuk setiap kelahiran, biasanya kambing Etawa beranak sebanyak dua ekor. Dengan demikian, setiap 8 bulan induk dapat kembali melahirkan dan anakan pertama juga akan melalui masa bunting.
 
Susu Kambing Etawa Laku Mahal di Pasaran
Susu kambing PE dapat menjadi alternatif pengganti susu sapi. Butiran lemak susu kambing PE sangat homogen dan berdiameter mikro sehingga lebih mudah diserap oleh organ pencernaan. Keunggulan ini membuat susu kambing PE dikonsumsi sebagai obat alternatif, bukan hanya sebagai pelengkap gizi. Biasanya masyarakat mengonsumsi susu ini untuk membantu penyembuhan penyakit asma, TBC, eksim, mencegah penuaan dini dan osteoporosis.
 
Harga jual susu kambing PE jauh lebih menguntungkan, berkisar Rp 15.000,00 hingga Rp 20.000,00 per liter. Sementara harga susu sapi hanya berkisar Rp 5.000,00 per liternya. Kambing PE juga potensial untuk menghasilkan daging. Oleh karenanya, pejantan kambing PE banyak digunakan untuk memperbaiki kualitas kambing pedaging lokal. Hasil perkawinan silang ini menghasilkan ukuran kambing yang lebih besar layaknya kambing PE. Kotoran kambing PE juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Sedangkan kulitnya yang memiliki ukuran lebih besar dari kulit kambing lokal, lebih disukai sebagai bahan kerajinan kulit. Keunggulan kambing PE yang lain adalah sosok dan penampilannya yang layak dijadikan sebagai hewan kontes. 
 
Maraknya kontes kambing PE ini sangat menguntungkan bagi peternak. Biasanya harga kambing PE yang sudah ikut kontes menjadi lebih mahal. Gairah peternak kambing PE ini juga menjadikan sentra peternakan sebagai salah satu tujuan wisata edukasi bagi masyarakat. Di Turi dan Pakem Sleman, beberapa sentra peternakan kambing PE mulai menawarkan fun trip untuk keluarga, kelompok atau sekolah yang berminat dengan wisata edukasi peternakan kambing PE. 










Komentar Via Website : 2
Obat Herbal Asam Urat
14 Desember 2013 - 15:50:43 WIB
Gan Ane Boleh Baca Ya Artikelny?? Soalnya pas buka website ini pengen baca-baca :)

Oh iya gan, mampir boleh gak?
http://goo.gl/eNlPDs
pakar seo
27 Desember 2013 - 00:47:08 WIB
beritanya bagus2
Awal Kembali 1 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)